23.11.10

ACHONDROPLASIA... WHAT?? WHY??

 

Latar Belakang
Achondroplasia berasal dari bahasa Yunani; achondros yaitu tidak memiliki kartilago dan plasia yaitu pertumbuhan. Istilah yang pertama kali digunakan oleh Parrot (1878) ini secara harfiah berarti pembentukan kartilago menjadi tulang – tulang (terutama tulang panjang) yang terganggu. Achondroplasia ini merupakan suatu penyakit genetika yang diturunkan secara autosom dominan, namun sebagian besar kasus juga terjadi karena adanya mutasi dalam gen secara spontan.
Achondroplasia disebut juga dwarfisme atau kekerdilan. Istilah lain yang biasa digunakan untuk penyakit ini antara lain Achondroplastic Dwarfism, Chondrodystrophia Fetalis, Chondrodystrophy Syndrome atau Osteosclerosis Congenital. Umumnya pertumbuhan tulang yang normal bergantung pada produksi tulang rawan, yaitu sebuah jaringan ikat fibrosa. Asupan kalsium ke dalam tubuh secara normal akan disimpan dalam tulang rawan sehingga tulang rawan akan mengeras menjadi tulang. Namun pada penyakit Achondroplasia, kelainan menyebabkan pertumbuhan tulang, terutama pada bagian tangan dan kaki, menjadi terhambat dimana pada saat itu juga terjadi proses penebalan tulang. Selain itu bukaan di tengkorak menuju sumsum tulang belakang dan sumsum tulang belakang itu sendiri berukuran lebih kecil dari ukuran biasanya sehingga terjadi akumulasi cairan yang berlebihan dikepala.
            Seseorang yang mengidap Achondroplasia ini memiliki lengan tangan dan kaki yang pendek. Umumnya kepala dan tulang belakang mereka normal, namun dengan adanya lengan dan kaki yang pendek tersebut menyebabkan kepalanya terlihat lebih besar. Selain itu terjadi penonjolan yang cukup ekstrim pada bagian dahi dan hidung (hidung pelana). Terjadi pula pembentukan midface deficiency yang terlihat mencolok pada bagian rahang penderita. Saat menginjak usia dewasa terjadi pula perkembangan otot yang berlebihan. Penyakit lain yang mungkin timbul sebagai komplikasi penyakit ini adalah gangguan pendengaran seperti infeksi telinga bagian tengah dan gangguan saraf. Tinggi badan penderita biasanya tidak lebih dari 130cm. Namun intelegensi, mental dan kemampuan reproduksi penderita penyakit ini tidak mengalami gangguan.
            Achondroplasia disebabkan oleh mutasi dominan autosomal pada gen faktor reseptor pertumbuhan fibroblast 3, atau FGFR3 (fibroblast growth factor receptor 3) pada lengan pendek kromosom 4p16.3 Gen FGFR3 berfungsi memberi instruksi dalam hal pembentukan protein yang terlibat dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang, khususnya pembentukan tulang secara osifikasi endokondral. Dua mutasi spesifik pada gen FGFR3 bertanggungjawab pada hampir semua kasus Achondroplasia. Sekitar 98% kasus, terjadi mutasi G ke A pada nukleotida 1138 pada gen FGFR3. Sebesar 1% kasus disebabkan oleh mutasi G ke C. Mutasi-mutasi ini mengakibatkan protein tidak bekerja sebagaimana mestinya, sehingga mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tulang.

Osifikasi endokondral adalah salah satu jenis pertumbuhan tulang dimana sel mesenkim yang tidak terdifferensiasi langsung berkondensasi dan berdifferensiasi membentuk kondroblas. Kondroblas berproliferasi dan berdifferensiasi membentuk kondrosit yang secara bertahap menjadi dewasa membentuk hipertrofik kondrosit. Setelah itu, hipertrofik kondrosit akan mengalami apoptosis (kematian sel) dan pada regio tersebut terjadi kalsifikasi matriks ekstraseluler. Proses ini akan membentuk pelat pertumbuhan (growth plate) dan pertumbuhan normal tulang panjang tercapai melalui differensiasi dan maturasi kondrosit yang sinkron. Adanya mutasi gen FGFR3 pada Achondroplasia menyebabkan gangguan pada proses osifikasi endokondral, dimana kecepatan perubahan sel kartilago menjadi tulang pada pelat pertumbuhan (growth plates) menurun sehingga pertumbuhan dan perkembangan tulang terganggu.

Besarnya kemungkinan terlahirnya bayi yang mengidap Achondroplasia adalah 1/10.000 kelahiran hidup. Selain itu pula didapatkan sekitar 80% Achondroplasia terjadi karena adanya mutasi genetik yang terjadi secara spontan. Penyakit ini merupakan penyakit genetika yang dapat diturunkan oleh autosom dominan maupun karana mutasi yang terjadi secara spontan, artinya meskipun kedua orang tua tidak memiliki gen penyakit ini, mereka memiliki kemungkinan untuk melahirkan seorang anak yang mengidap Achondroplasia. Apabila salah satu orang tua memiliki gen penyakit ini maka kemungkinan anaknya mengidap penyakit ini sebesar 50%, heterozygot achondroplasia. Jika kedua orang tua menderita Achondroplasia, maka peluang untuk mendapatkan anak normal 25%, anak yang menderita Achondroplasia 50% dan 25% anak dengan homozigot Achondroplasia (biasanya meninggal). Achondroplasia dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan dengan frekwensi yang sama besar. Fakta menarik yang ditemukan dari penyakit ini adalah bahwa jumlah anak yang terlahir mengidap penyakit Achondroplasia kemungkinannya semakin besar seiring dengan semakin tuanya usia ayah sedangkan kebanyakan penyakit genetik lebih banyak terkait seiring dengan bertambahnya usia ibu. Penyakit Achondroplasia ini merupakan suatu penyakit yang menyebabkan cacat secara morfologi yang juga mempengaruhi kinerja organ – organ tubuh. Penyakit komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih sehingga penderita penyakit ini dapat memiliki jangka waktu hidup yang normal.

Sejauh ini belum ditemukan adanya suatu perlakuan perawatan yang dapat menyembuhkan penyakit Achondroplasia. Semua pengidap penyakit ini akan memiliki proporsi tubuh yang pendek pada bagian lengan dan kaki, menonjolnya bagian dahi dan hidung yang terlihat cukup ekstrim, terbentuknya midface deficiency dan berbagai ciri morfologi lain yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Pengobatan yang biasa dilakukan oleh pengidap penyakit ini adalah pengobatan pada penyakit – penyakit komplikasi yang timbul seperti gangguan saraf, hidrosefalus, kaki bengkok dan kurva abnormal di tulang belakang. Satu – satunya bentuk pencegahan yang bisa dilakukan adalahmelalui kegiatan genetika konseling yang dapat membantu calon orang tua mengkonsultasikan resiko memiliki anak dengan Achondroplasia. Pembelajaran dan penelitian mengenai penyakit ini, pencegahan dan penanggulangannya dirasakan perlu mendapat perhatian yang besar dan mendalam sehingga kemunculan penyakit ini pada kelahiran bayi dapat diminimalisir, dengan begitu angka kematian dan jumlah individu pengidap penyakit ini pun dapat dikurangi.
Makalah ini akan membahas mengenai penyakit Achondroplasia, bagaimana penyakit ini dapat diwariskan dan gen apa yang menyebabkan terjadinya penyakit ini.



Pengertian

Istilah Achondroplasia pertama kali digunakan oleh Parrot (1878). Achondroplasia berasal dari bahasa Yunani yaitu; achondros: tidak ada kartilago dan plasia: pertumbuhan. Secara harfiah Achondroplasia berarti tanpa pembentukan/ pertumbuhan kartilago, walaupun sebenarnya individu dengan Achondroplasia memiliki kartilago. Masalahnya adalah gangguan pada proses pembentukan kartilago menjadi tulang terutama pada tulang-tulang panjang.   
Achondroplasia merupakan penyakit pertumbuhan tulang yang genetik (turunan) dan biasanya terjadi satu dari setiap 20.000 kelahiran. Achondroplasia sebagian besar berasal dari tipe dwarfism (kekerdilan). Gambaran radiografi pada penderita Achondroplasia menunjukkan adanya pembesaran tengkorak, penyempitan foramen magnum, frontal bossing, penekanan nasal bridge, hipoplasia maksila, protrusi mandibula melebihi jarak normal, garis tengah muka hipoplasia, maloklusi, beberapa gigi permanen yang terpendam dan gigi crowded (berjejal). Belum ada perawatan yang spesifik bagi penderita Achondroplasia. Untuk perawatan gigi dilakukan secara orthodonti, sedangkan untuk perawatan manifestasi klinis lainnya dapat dilakukan pembedahan dan terapi hormon, tergantung dari komplikasi yang dialami penderita Achondroplasia.

Deskripsi

            Achondroplasia adalah salah satu dari sejumlah chondodystrophies, dimana perkembangan tulang rawan menjadi tulang terganggu. Gangguan muncul sekitar satu disetiap 10.000 kelahiran. Achondroplasia biasanya didiagnosis saat lahir, karena karakterisitik penampilan saat baru lahir berbeda. Normal pertumbuhan tulang tergantung pada produksi tulang rawan (sebuah jaringan ikat fibrosa). Seiring waktu, kalsium disimpan dalam tulang rawan, menyebabkan tulang mengeras dan menjadi tulang. Dalam achondroplasia, terdapat kelainan yang  mencegah proses terbentuknya  tulang-tulang (terutama di tangan dan kaki) sejak mereka tumbuh. Tulang-tulang di batang tubuh dan tengkorak sebagian besar tidak terpengaruh, meskipun pembukaan dari tengkorak melalui mana sumsum tulang belakang berlalu (foramen magnum) seringkali sempit daripada biasanya, dan pembukaan (kanal tulang belakang), yang melaluinya saraf tulang belakang berjalan di tulang belakang (vertebra) menjadi semakin kecil dan tidak normal di sepanjang tulang belakang. 


Tulang rawan di achondroplasia pasien tidak membentuk dengan benar, dan itu adalah satu-satunya penyebab penyakit. Tulang-tulang mereka tidak tumbuh ke ukuran normal seperti orang lain. Oleh karena itu, mereka tidak tumbuh lebih dari empat kaki di height.If hanya satu orangtua itu, ada 50 persen kesempatan yang lewat di kepada bayi. Jika kedua orang tua itu, hanya ada 25 persen kesempatan bagi anak untuk mendapatkan gangguan.
Achondroplasia memiliki arti tidak memiliki tulang rawan. Padahal sebenarnya penderita tetap mempunyai tulang rawan, hanya saja selama masa pertumbuhan di dalam kandungan sampai anak-anak tulang rawan tersebut menjadi tulang sejati atau tulang keras, tentu saja selain yang ada di kuping dan hidung. Kemudian, ada yang salah dengan proses pertumbuhan tulang tersebut, terutama pada tulang lengan atas dan tulang paha. Pertumbuhan berlangsung sangat lambat, menyebabkan postur tubuh seseorang menjadi pendek dan tidak setinggi orang pada umumnya. Umumnya penderita Achondroplasia, batang tubuhnya mendekati normal walaupun lengan dan kakinya pendek. Kemudian terkadang dijumpai bentuk kepala yang agak besar, dan kepala yang besar itu ada kemungkinan hydrocephalus. Hydrochephalus itu sendiri adalah kelebihan cairan di dalam otak, dan perlu suatu tindakan pembedahan. Pada bayi yang mengalami Achondroplasia sering kali mengalami Kifosis (bongkok), tapi kemudian akan sembuh sendiri jika sudah belajar berjalan. Memang dalam belajar duduk, berdiri, dan berjalan sendiri akan sangat sulit karena kakinya kecil. Meskipun gerak motorik si penderita lambat, tetapi tidak mempengaruhi kecerdasan si penderita.


Penyebab Terjadinya Achondroplasia 

Achondroplasia disebabkan oleh cacat genetika. Ini adalah sifat dominan, yang berarti bahwa orang dengan cacat genetik  akan menampilkan semua gejala gangguan tersebut. Achondroplasia adalah dwarfisme atau kekerdilan yang disebabkan oleh gangguan osifikasi endokondral akibat mutasi gen FGFR 3 (fibroblast growth factor receptor 3) pada lengan pendek kromosom 4p16.3.4-7. Gen FGFR3 berfungsi memberi instruksi dalam hal pembentukan protein yang terlibat dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang, khususnya pembentukan tulang secara osifikasi endokondral. Dua mutasi spesifik pada gen FGFR3 bertanggungjawab pada hampir semua kasus Achondroplasia. Sekitar 98% kasus, terjadi mutasi G ke A pada nukleotida 1138 pada gen FGFR3. Sebesar 1% kasus disebabkan oleh mutasi G ke C. Mutasi-mutasi ini mengakibatkan protein tidak bekerja sebagaimana mestinya, sehingga mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tulang.
Osifikasi endokondral adalah salah satu jenis pertumbuhan tulang dimana sel mesenkim yang tidak terdifferensiasi langsung berkondensasi dan berdifferensiasi membentuk kondroblas. Kondroblas berproliferasi dan berdifferensiasi membentuk kondrosit yang secara bertahap menjadi mature membentuk hipertrofik kondrosit. Setelah itu, hipertrofik kondrosit akan mengalami apoptosis (kematian sel) dan pada regio tersebut terjadi kalsifikasi matriks ekstraseluler. Proses ini akan membentuk pelat pertumbuhan (growth plate) dan pertumbuhan normal tulang panjang tercapai melalui differensiasi dan maturasi kondrosit yang sinkron. Adanya mutasi gen FGFR3 pada Achondroplasia menyebabkan gangguan pada proses osifikasi endokondral, dimana kecepatan perubahan sel kartilago menjadi tulang pada pelat pertumbuhan (growth plates) menurun sehingga pertumbuhan dan perkembangan tulang terganggu.
Sindroma ini ditandai oleh adanya gangguan pada tulang-tulang yang dibentuk melalui proses osifikasi endokondral, terutama tulang-tulang panjang.2,7,8 Selain itu, Achondroplasia memberikan karakteristik pada kraniofasial.24 Achondroplasia juga dikenal dengan nama Achondroplastic Dwarfism, Chondrodystrophia Fetalis, Chondrodystrophy Syndrome atau Osteosclerosis Congenital. Achondroplasia adalah tipe dwarfisme yang paling sering dijumpai. 2-6 Insiden yang paling umum menyebabkan Achondroplasia adalah sekitar 1/26.000 sampai 1/66.000 kelahiran hidup. Achondroplasia bersifat autosomal dominant inheritance, namun kira-kira 85-90% dari kasus ini memperlihatkan de novo gene mutation atau mutasi gen yang spontan. 


Penyebab achondroplasia adalah gen-gen yang tidak normal di salah satu dari kromosom empat pasang. Ada beberapa kasus yang mencatat bahwa seorang anak mewarisi achondroplasia dari orang tua dengan kondisi serupa. Jadi, kalo salah satu dari orangtuanya memiliki kelainan achondroplasia maka kelak keturunannya memiliki 50% kesempatan tidak terkena. Jika orangtua sama-sama mengidap achondroplasia, itu berarti punya kemungkinan 50% anaknya mengalami achondroplasia, 25% tidak kena dan 25% lagi membawa gen abnormal yang sama. Di lebih dari 80% kasus, achondroplasia tidak diturunkan. Tapi bisa terjadi dari hasil mutasi gen baru yang terjadi dalam sel telur atau sel sperma sebagai unsur terjadinya embrio. Para ahli genetik telah meneliti bahwa ayah yang berusia pertengahan yakni 40 tahunan keatas, ada kemungkinan memiliki anak achondroplasia dan kondisi autosom dominan lain k arena mutasi gen baru.


Karakteristik Penderita   
                                                                                 
            Kepala lebih besar daripada biasa dengan dahi menonjol dan jembatan yang datar hidung; sebuah melengkung tulang punggung bagian bawah disebut lordosis atau 'bergoyang-kembali'; tangan pendek dengan jari-jari gemuk; membungkuk kaki rendah; ringan hingga sedang mendengar kehilangan dan kesulitan bernapas. Karena foramen magnum dan kanal tulang belakang yang abnormal menyempit, kerusakan saraf dapat terjadi jika tulang belakang atau saraf menjadi terkompresi. Menyempit foramen magnum dapat mengganggu aliran normal cairan antara otak dan tulang belakang, sehingga akumulasi terlalu banyak cairan di otak (hidrosefalus). Anak-anak dengan achondroplasia mempunyai risiko yang tinggi serius dan ulang infeksi telinga tengah, yang dapat mengakibatkan pendengaran rugi. Penyakit ini tidak mempengaruhi kapasitas mental, atau kemampuan reproduksi.

 Achondroplasia menyebabkan sejenis dwarfisme yang ditandai dengan :
·                     Bertubuh pendek
·                     Kepala berukuran normal sampai besar
·                    Lengan dan tungkai yang pendek (terutama lengan bagian atas dan paha)
·                     Ukuran batang tubuh yang normal
·                     Hidungnya seperti pelana
·                     Keningnya menonjol
·                     Punggungnya menonjol
·                     Cara berjalan seperti bebek
·                     Gambaran tangan abnormal (tangan triden), dimana antara jari tengah dan jari manis 
terdapat jarak sehingga tangan seperti garpu bertusuk tiga.
·                     Lordosis
·                     Kifosis
·                     Kaki berbentuk O.
·                     -Polihidramnion (Cairan ketuban sangat banyak, yang diketahui ketika bayi lahir).

 Penderita achondroplasia lebih rentan terhadap penyakit. Karena struktur tubuh yang berbeda sehingga membuat semua fungsi tubuh ikut berbeda. 
Pewarisan

            Achondroplasia diwariskan dalam pola autosom dominan dimana bila salah satu orang tua mempunyai gen Achondroplasia maka kemungkinan anaknya mendapatkan kelainan. Achondroplasia adalah 50% heterozygote. Akan tetapi bila kedua orangtuanya mengidap penyakit ini (mempunyai gen Achondroplasia) maka kemungkinan anaknya mempunyai gen Achondroplasia adalah 75% heterozygote Achondroplasia sebagaimana halnya 25% resiko homozygot achondroplasia. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak perempuan dibandingkan oleh anak laki-laki. Individu  penderita  achondroplasia  mempunyai  genotipe  KK  atau  Kk.  Sedangkan  individu normal bergenotipe homozigot resesif (kk). Pada penyakit Achondroplasia dalam pola autosom dominan 80% diantaranya disebabkan secara mutasi spontan. Insiden catatan mutasi spontan yang tinggi terhadap kematian muncul pada anak dengan orang tua normal (insiden meningkat dengan umur dari pihak ayah).

 Ketika Kedua Orang Tua Achondroplasia


Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 38.2, di mana kedua orang tua mempunyai salinan gen FGFR3 rusak menyebabkan achondroplasia, ada empat kemungkinan kombinasi dari informasi genetik yang diwariskan oleh orang tua. Ini berarti bahwa, dalam setiap kehamilan, ada.
• 1 peluang dalam 4 atau 25% kemungkinan bahwa anak mereka hanya akan mewarisi salinan bekerja FGFR3 gen dari kedua orang tua dan mencapai 'normal' pertumbuhan.

• 1 peluang dalam 2 (2 peluang di 4) atau 50% kemungkinan bahwa anak akan mewarisi gen yang rusak FGFR3 copy dan copy pekerjaan dan achondroplasia seperti orang tua

 
• 1 peluang dalam 4 atau 25% kemungkinan bahwa anak mereka akan menerima salinan gen rusak FGFR3 dari kedua orang tuanya. Dampak dari tidak memiliki FGFR3 bekerja protein untuk pertumbuhan, berarti bahwa anak-anak ini biasanya tidak bertahan.

Diagnosa     
                                                                                                                         
Diagnosis sering dibuat pada saat lahir karena karakteristik lengan pendek, dan munculnya kepala besar. Xray pemeriksaan akan mengungkapkan penampilan karakteristik tulang, dengan tulang-tulang anggota badan muncul pendek panjang, namun luas dalam lebar. Sejumlah pengukuran tulang-tulang di x-ray gambar akan mengungkapkan proporsi normal.

1. Diagnosa Prenatal
Dengan analisa DNA untuk mengetahui mutasi FGFR 3 dan USG untuk melihat adanya kelainan skeletal serta panjang, bentuk dan kalsifikasi tulang
2. Diagnosa setelah bayi lahir/masa neonatus
            Dengan ukuran panjang yg kurang ( lahir rata-2 panjang  46.90 cm); terutama tungkai pendek sekali dan dilakukan X-ray untuk kepastian diagnosa.

Pengobatan            
                                                                                                             
 Tidak ada perawatan akan membalikkan hadir di achondroplasia cacat. Semua pasien dengan penyakit tersebut akan pendek, dengan proporsional normal tungkai, batang, dan kepala. Pengobatan achondroplasia terutama dari beberapa alamat komplikasi dari gangguan, termasuk masalah karena kompresi saraf, hidrosefalus, kaki bengkok, dan kurva abnormal di tulang belakang. Anak-anak dengan achondroplasia yang mengembangkan infeksi telinga tengah (otitis akut media) akan memerlukan perawatan cepat dengan antibiotik dan pemantauan yang cermat untuk menghindari gangguan pendengaran.

Pencegahan   

                                                                                                                                  
Satu-satunya bentuk pencegahan adalah melalui genetika konseling, yang dapat membantu orang tua mereka menilai risiko memiliki anak dengan achondroplasia.



Daftar Pustaka


Anonim. 2009. Osteokondrodisplasia. http:// medicastore.com/ penyakit/968/ Osteokondrodisplasia. html. Diakses pada tanggal  30 Oktober 2010.
Ghea.2010. Achondroplasia. http://doktersarap.blogspot.com/2009/07/achondroplasia.html. Diakses 1 November 2010.
Masitah,Tengku Ayu. 2010. Manifestasi Penyakit Achondroplasia Di Rongga Mulut Ditinjau Dari Gambaran Radiografi. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/7907. Diakses pada 3 November 2010.

21.11.10

SUKSESI PRIMER DARI VEGETASI DI GUNUNG ST. HELENS AMERIKA SERIKAT


Gunung St. Helens Ketika Meletus Pada Tahun 1980

1.1  Suksesi
Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi. Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis). Suksesi dibedakan menjadi suksesi allogenik ( karena pengaruh dari luar) dan suksesi autogenik (karena pengaruh dari dalam). Suksesi autogenik di bedakan lagi menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder.
1.2  Vegetasi
Vegetasi adalah penutupan massa tumbuhan pada suatu daerah tertentu dengan luas yang bervariasi:
          Vegetasi dapat berupa sejumlah pohon-pohonan, semak, dan herba yang secara bersama-sama menutupi suatu wilayah yang luas, lazim disebut hutan. Dapat pula berupa hamparan lumut yang menutupi suatu batuan, sekelompok ganggang yang tumbuh mengapung di permukaan air, atau kaktus yang tumbuh tersebar di suatu padang pasir.
          Ditinjau dari luasnya, vegetasi dapat berupa penutupan tumbuhan dengan luas hanya beberapa meter persegi saja sampai yang luasnya ratusan bahkan ribuan kilometer persegi
(dalam Parikesit, 2010)
Suatu vegetasi terbentuk dari kehadiran secara bersama-sama sejumlah individu tumbuhan yang kemudian antara satu individu dengan yang lainnya saling melakukan interaksi:
     Pada akhirnya akan mempengaruhi atau memodifikasi habitat atau tempat tumbuhnya.
     Tumbuhan akan menyebabkan tempat tumbuhnya menjadi lebih lembab atau sebaliknya, mereka akan meningkatkan kandungan unsur hara di dalam tanah (melalui dekomposisi) dan mengurangi intensitas cahaya matahari yang sampai di permukaan tanah (karena adanya naungan tajuk).
     Dengan cara yang berbeda, setiap individu tumbuhan akan menghambat atau memberikan jalan bagi tumbuhnya individu lain (yang sejenis maupun berlainan jenis).
(dalam Parikesit, 2010)
1.3  Suksesi Primer
Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi.
Contoh: terbentuknya suksesi di Gunung St. Helens Vancouver, Washington, Amerika Serikat yang pernah meletus pada tahun 1980. Di daerah bekas letusan gunung St. Helens mula-mula muncul tanaman lupin padang rumput berwarna ungu menjadi “warna pertama” di antara hamparan kelabu yang muram. Saat tumbuh besar tanaman itu menjadi pabrik gizi, makanan untuk serangga, habitat untuk tikus dan binatang pengerat lainnya; setelah mati, mereka dan organisme yang menempel pada mereka akan memperkaya debu, memungkinkan spesies lain untuk membuat koloninya di tempat itu.

1.4  Keistimewaan Peran Habitat di Suatu Suksesi Primer
Bagaimana vegetasi pulih dari gangguan adalah pusat ekologi pertanyaan, dan memahami bagaimana lanskap vulkanik memulihkan, memberitahu kita tentang proses dasar ekologi. Studi suksesi primer adalah penting meskipun daerah yang kini sedang menjalani proses ini relatif sedikit. Tingkat suksesi primer dapat berbeda secara signifikan, tetapi karena kondisi diperbaiki oleh pelapukan dan akumulasi gizi,  maka laju suksesi secara bertahap mempercepat. Bahkan, tahap suksesi mungkin berhubungan terutama dengan  perbedaan habitat yang berkaitan dengan munculnya substrat sebagai koloni awal. Tingkat tanaman penutup (vegetasi) sebagai pembangun dapat berhubungan dengan tingkat stress lingkungan, sementara tingkat akumulasi spesies tergantung pada tingkat isolasi. Oleh sebab itu, tingkat suksesi sangat berbeda antara unit Geomorfologi (footslopes, lereng dan puncak) dari suatu area, sehingga akan hadir tahapan yang berbeda yang  terjadi bersamaan pada area tersebut.
 Keistimewaan habitat memainkan peran penting dalam menentukan tingkat suksesi, dengan cara menyediakan berbagai kondisi lingkungan yang memungkinkan berbeda di setiap  tingkat kolonisasi untuk menutupi area yang rusak atau mengalami suksesi. Tingkat Suksesi tergantung pada tingkat kolonisasi tanaman, dispersi sekunder dan tanah pembentukan (Marchese & Grillo 2000). Dalam beberapa kasus, proses suksesi yang lebih cepat merupakan  akibat dari tinggi kolonisasi dan dispersi sekunder, dan kondisi yang lebih baik untuk pembentukan tanah. Area yang mengalami suksesi memperlihatkan perbedaan yang jelas antar unit geomorfologi sebagai hasil suksesi yang berbeda. Footslopes atau kaki lereng berada pada tahapan suksesi jauh lebih maju, karena kedekatannya dengan vegetasi dan rendah stres. Kemiringan permukaan yang terdiri dari hummocks, cekungan dan lubang suksesi dengan tingkat rendah dalam habitat bertanggung jawab atas tingkat yang lebih rendah pada suksesi di unit geomorfologi, sedangkan adanya celah di puncak area mempercepat laju suksesi nya.

1.5  Suksesi Primer dari Vegetasi di Gunung St. Helens
Suksesi primer di Gunung St Helens, Washington, USA, dipelajari dengan menggunakan pengamatan jangka panjang dan metode eksperimental. Jarak dari koloni potensial merupakan faktor utama yang menghambat awal suksesi primer. Area vegetasi yang semula terganggu tetap rendah di tumbuhi tanaman, tetapi kekayaan spesies sebanding dengan vegetasi sebelum mengalami gangguan. Area di atas 500 m dari sumber koloni banyak menjadi spesies potensial, tetapi itu berarti kekayaan spesies jauh lebih rendah dibandingkan plot yang terganggu. Area yang mengalami penutupan nyaris tidak terukur setelah 11 musim tumbuh.  
Para ahli ekologi menduga suksesi primer gunung St. Helens ini terjadi dari luar ke dalam, saat sejumlah spesies dari daerah perbatasan menginvasi daerah ledakan. Tetapi ternyata pemulihan juga datang dari dalam daerah itu sendiri. Dimulai dengan sebuah tanaman yang ditemukan Crisafulli tahun 1981 pada tanah tandus seluar 15 kilometer persegi yang dikenal sebagai Dataran Pumice, yaitu tanaman lupin padang rumput berwarna ungu menjadi “warna pertama” di antara hamparan kelabu yang muram. Saat tumbuh besar tanaman itu menjadi pabrik gizi, makanan untuk serangga, habitat untuk tikus dan binatang pengerat lainnya; setelah mati, mereka dan organisme yang menempel pada mereka akan memperkaya debu, memungkinkan spesies lain untuk membuat koloninya di tempat itu.
Banyak  jenis Asteraceae dan Epilobium mendominasi lokasi yang terisolasi. Namun, koloni awal biasanya terbatas pada spesifik microsites yang memberikan perlindungan fisik dengan meningkatkan sumber daya bagi pertumbuhan yang lain. Suksesi primer di Gunung St Helens termasuk sangat lambat karena kebanyakan habitat terisolasi dan mengalami stres. Kurangnya kemampuan penyebaran spesies disebabkan karena kurangnya kemampuan spesies membentuk penyebaran yang cocok sehingga mengakibatkan proses perbaikan area melambat. Kemampuan spesies melakukan simbiosis fiksasi nitrogen pun hanya memberikan efek yang rendah dan hanya berpengaruh secara lokal. Misalnya, Lupinus lepidus yang dapat memfasilitasi kolonisasi spesies lain hanya setelah mati.
Di Gunung St Helens, hampir  semua pionir adalah angin, berbeda dengan  sekitarnya. Vegetasi di  Gunung St Helens relatif tetap miskin. Di Gunung St Helens  butuh waktu sekitar 10 tahun untuk mencapai 50% dari  kekayaan saat ini dan sekitar 1/3 dari spesies yang sporadis. Contoh-contoh ini menekankan pentingnya isolasi  dalam mengemudikan suksesi. Hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa urutan suksesi di Gunung St Helens tidak diperlukan sebuah mesin.  Sebaliknya, mereka mengalami suksesi yang dakibatkan oleh kondisi lokal, efek lanskap dan kesempatan.


Gunung St. Helen Sesaat Setelah Meletus


Gunung St. Helens Tahun 2008


Daftar Pustaka :

Elias, R.B. & E. Dias 2007. The Role of Habitat Features in a Primary Succession.
Arquipélago. Life and Marine Sciences 24: 1-10.

Moral, Roger Del. 2009. Primary succession on Mount St. Helens,
with reference to Surtsey.
Washington. Surtsey Research.


Walker, Lawrence. R. 2003. Primary Succecion and Ecosystem Rehabilitation. Las Vegas. Cambridge University Press.

30.9.07

Tomat, Obat Berbagai Penyakit


Tomat, adalah tanaman yang paling mudah dijumpai. Warnanya yang cerah sungguh menarik. Selain kaya vitamin C dan A, tomat konon dapat mengobati bermacam penyakit.Kalau dirunut sejarahnya, tomat atau Lyopercisum esculentum pada mulanya ditemukan di sekitar Peru, Ekuador dan Bolivia. Di Prancis, tomat dinamakan 'apel cinta' atau pomme d'amour. Dikatakan sebagai apel cinta, karena tomat diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkanjumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.

Tomat juga banyak digunakan untuk masakan, seperti sup, jus, pasta, dllnya. Rasanya yang sedikit asam bahkan membuat selera makan meningkat. Lebih jauh menurut penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, sebagai orang pertama yang meneliti manfaat tomat, pada November 1834, menunjukkan bahwa tomat dapat mengobati diare, serangan empedu,gangguan pencernaan dan memulihkan fungsi lever.Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, juga berhasil menemukan manfaat tomat lainnya. Menurutnya, gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Hal ini juga diakui oleh dokter gizi, Dr. Leane Suniar Manurung, MSc. Melihat khasiat tomat begitu banyak, maka tomat baik dikonsumsi siapapun sejak usia dini. "Apalagi tomat juga timggi kandungan vitamin C dan vitamin A, yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh." Tapi tomat seperti apa yang baik dikonsumsi? Jika melihat dipasaran, kita bisa menemukan tomat dengan dua warna, yakni warna merah dan hijau. Perbedaan warna ini menunjukan kandungan vitaminnya. Menurut Leane, tomat yang baik dikonsumsi adalah tomat merah. Tomat berwarna merah mengandung vitamin C dan vitamin A
lima kali lebih banyak dibandingkan dengan tomat hijau.Semakin matang tomat, semakin kaya kandungan vitaminnya. "Karena itu anak kecil sebaiknya dibiasakan banyak makan tomat merah. Ini penting untuk kesehatan matanya," ujar Leane. Jadi, tak pelu ragu memberi si kecil tomat. Sejak usia 6 bulan, seorang anak mulai dibiasakan memakan tomat yang dicampur dengan sayuran lainnya.
Menghancurkan Radikal Bebas
Dalam pigmen warna merah pada tomat, mempunyai nilai lebih lainnya. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet. Selain itu, belakangan diketahui lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. "Memang lycopene tidak hanya ditemukan pada tomat, tetapi juga pada anggur merah, semangka dan pepaya. Namun, lycopene yang paling banyak terdapat pada tomat," terang Leane.

Untuk mendapat khasiatnya, terutama untuk orang dewasa, lanjut Leane tomat sebaiknya dimakan setiap pagi sebanyak satu atau dua buah.Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam sitrat menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini sangat baik dokonsumsi saat kita mengalami mual ataudikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre MenstrualSyndrome). Jika tak kuat dengan rasa masamnya, terutama untuk yang yang memiliki penyakit maag, Leane tak menyarankan mengkonsumsinyawalapun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula, sebab akan memperburuk kondisi penyakit.
Lebih Baik Diolah
Berbeda dengan sayuran lainnya yang lebih bermanfaat jika dimakan mentah-mentah, ternyata tomat lebih baik dicampur dengan masakan atau dihancurkan sebelum dimakan.
Para peneliti menemukan lycopene yang dikeluarkan pada tomat tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tomat yang langsung dimakan tanpa diolah terlebih dahulu. Sayangnya, meskipun kandungan lycopennya berlimpah, pasta tomat dan saus tomat yang dijual dipasaran sudah banyak dibubuhi bahantambahan makanan seperti pewarna atau pengawet sintetis. " Bahan tambahan ini justru merangsang munculnya banyak radikal bebas yang memicu kanker.
Karenanya jika ingin mengkonsumsi pasta lebih baik membuatnya sendiri." Jadi, tunggu apa lagi?

Manfaat Tomat

  1. Membantu menurunkan resiko gangguan jantung
  2. Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.
  3. Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium.
  4. Memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia ( age-related macular degeneration).
  5. Mengurangi resiko radang usus buntu.
  6. Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar.
  7. Menghilangkan jerawat.
  8. Mengobati diare
  9. Meningkatkan jumlah sperma pada pria
  10. Memulihkan fungsi lever.
  11. Mengatasi kegemukan

Tips Mengolah Tomat Sebagai Obat

* Untuk mengobati keseleo: sembuhkan dengan ramuan tomat. Buah tomat diblender, lalu sarinya dicampur dengan minyak wijen, dengan perbandingan 1:1. Setelah itu, dipanaskan hingga tinggal minyaknya saja. Kemudian, minyak tersebut dipakai memijat sendi-sendi yang keseleo tadi.

* Untuk mengobati bisul: ambil sebuah tomat. Lalu, seluruh daging dan biji tomat dipanaskan, dan diletakkan di atas bisul. Tak lama kemudian bisul itu pecah, dan sekaligus disembuhkannya.
* Untuk pengobatan jerawat: ambilah sebuah tomat yang telah direbus, kemudian potong-potong. Gosokkan potongan itu pada wajah yang berjerawat secara perlahan. Diamkan selama sepuluh menit. Setelah itu bilas wajah dengan air. Lakukan rutin selama satu bulan. BIma

Tips Memilih Tomat

  • Pilih tomat yang matang berwarna merah tua.
  • Pilih tomat yang masih keras dan tidak ada bagian yang lunak. Jika ada bagian yang lunak, berarti ada bagian yang sudah mulai membusuk di dalamnya.
  • Jangan pilih tomat yang kusam, pilih yang warnanya masih mengkilap.
  • Perhatikan pada pangkal tomat, jika berbau agak asam dan sudah mulai berarir, berarti sudah mulai terjadi pembusukan.

Pilih tomat yang kulitnya masih segar dan belum keriput, untuk menandakan bahwa tomat tersebut masih baru.

Sehat Bersama Yogurt


Oleh: Kabelan Kunia

SEBAGIAN dari kita telah mengenal yogurt, setidaknya pernah mendengar istilahnya meski belum pernah mencoba merasakan segarnya minuman ini. Saat hal utama yang membuat yogurt istimewa dan menarik serta mudah dikenal adalah khasiatnya bagi kesehatan, seolah-olah yogurt sudah dicap sebagai minuman kesehatan. Walaupun yogurt tidak sepopuler di negara barat khususnya masyarakat Eropa dan Amerika, terutama Belanda, Perancis dan Swiss, namun di Indonesia, minuman ini sangat mudah kita dapati di berbagai pasar
swalayana bahkan di warung pojokan jalan pun banyak kita temui dengan berbagai kemasan, warna dan cita rasa yang khas.

Istilah "yogurt" berasal dari bahasa Turki, yang berarti susu asam. Yogurt didefinisikan sebagai bahan makanan yang berasal dari susu dengan bentuk menyerupai bubur atau es krim, yang rasanya asam. Yogurt dibuat melalui proses fermentasi dengan melibatkan dua jenis bakteri "baik", yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Kedua bakteri ini tergolong dalam bakteri asam laktat, karena kemampuannya menguraikan laktosa menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yogurt menjadi asam.

Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yogurt menjadi berkurang dan sebaliknya kandungan asam laktat menjadi bertambah, sehingga menimbulkan rasa asam.Sesungguhnya manfaat yogurt sebagai minuman kesehatan bukan berarti baru lagi, bahkan sejak dulu orang sudah meyakini bahwa yogurt memiliki banyak khasiat. Bangsa India meyakini yogurt sebagai obat perut mujarab utamanya untuk meredakan gangguan penceraan yang umum dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Wanita-wanita di Persia memanfaatkan yogurt untuk wajah dan percaya dapat menghilangkan keriput serta dapat menjaga kecantikan. Jika disimak, daftar khasiat yogurt yang dipercayai orang cukup panjang, mulai dari perawatan kulit, menetralkan racun, mengurangi sulit tidur (insomnia), mencegah diare, menambah kebugaran, hingga mencegah kanker, radang paru-paru dan memperkuat jantung.

Seperti telah dikemukakan di muka, bahwa yogurt dibuat dengan bantuan dua jenis bakteri menguntungkan, satu dari keluarga lactobacillus yang berbentuk batang (Lactobacillus bulgaricus) dan lainnya dari keluarga streptococcus yang berbentuk bulat (Streptococcus thermophilus). Kedua bakteri yogurt ini merupakan bakteri penghasil asam laktat yang penting peranannya dalam percaturan mikroflora usus. Saatbertumbuh di usus, kedua bakteri ini mampu menciptakan keadaan asam yang menghambat bakteri lain. Bakteri penyebab penyakit yang umumnya tak tahan asam tidak mampu bertahan di lingkungan bakteri yogurt. Sehingga, mikroflora dalam usus didorong mendekati keadaan seimbang yang normal.

Karena itu umumnya sehabis menjalani pengobatan dengan antibiotika, misalnya, dokter menganjurkan pasien meminum yogurt. Tujuannya untuk memulihkan keseimbangan mikroflora usus. Inilah salah satu keuntungan yang ditawarkan oleh bakteri yogurt. Lebih daripada itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa bakteri dalam yogurt dan susu fermentasi lain memberi ekstra manfaat bagi kita.

Sejumlah ahli membeberkan beberapa manfaat yang dapat dipetik dari
konsumsi yogurt bilamana dilakukan secara teratur, antara lain;
1) Yoguhurt dapat menghasilkan zat-zat yang diperlukan oleh hati sehingga berguna untuk pencegahan penyakit kanker,
2) Mikroba pada yogurt bermanfaat untuk proses pencernaan di dalam tubuh, sehingga baik sekali dikonsumsi bagi mereka yang memiliki masalah perut yang tidak beres.
3) Yogurt memiliki gizi yang tinggi bahkan lebih tinggi dibandingkan susu segar. Kandungan lemak lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan program diet rendah kalori.
4) Yogurt memproduksi vitamin tambahan, meningkatkan nilai gizi serta membantu pertumbuhan.
5) Yogurt sebagai minuman yang berfungsi sebagai antimikroba yang mampu melawan mikroba "jahat" di dalam tubuh.
6) Yogurt mampu mengurangi kolesterol, karena selama pertumbuhannya bakteri yogurt menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya. Penyerapan ini dapat terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah, sehingga dapat menghindari gejala penyakit jantung koroner.
7) Memerangi kanker dan tumor serta meningkatkan kekebalan tubuh.
8) Lebih ekstrim lagi, karena kemampuan di atas, maka yogurt diyakini mampu memperpanjang umur.

Terlepas dari "sakti-tidaknya" bakteri yogurt, soal gizi yogurt sendiri tak perlu diragukan. Sebab yogurt dibuat dari susu, yang terkenal padat dengan zat gizi. Meski, seperti halnya susu, yogurt tidak mengandung vitamin C dan zat besi dalam jumlah cukup untuk kebutuhan tubuh, tapi yogurt merupakan sumber yang baik untuk protein, fosfor, kalsium, megnesium, dan juga kalori. Bakteri yogurt menawarkan banyak manfaat, tapi manfaat tersebut ada selama bakteri dalam yogurt masih hidup dan aktif. Saran Dr McGill, Profesor dari Mayo Medical School Minesotta, apabila membeli yogurt, pastikan bahwa kita memilih merk dengan label yang menerangkan bahwa produk tersebut mengandung kultur aktif yang masih hidup. Dengan kultur hidup, setelah masuk ke dalam usus, kultur yogurt itu langsung aktif dan mulai bekerja memecah laktose menghasilkan asam laktat. McGill menambahkan, hindari mengkonsumsi yogurt yang sudah dibekukan, karena terlalu sedikit bakteri yang masih berfungsi, sehingga tidak akan didapatkan manfaat yang diharapkan dari minuman ini.

Demikianlah, jika sebagian besar bakteri yang telah mati, yogurt menjadi tak lebih dari sekedar minuman susu yang bergizi. Di samping itu manfaat yogurt akan terasa bilamana kita mengkonsumsinya secara teratur. Jadi minumlah yogurt dalam jumlah cukup dengan teratur. Biasakan untuk menghantam usus dengan yogurt setiap hari. Jangan mengharapkan keajaiban hanya dengan meminum yogurt satu kali saja -- yogurt bukan obat kuat atau doping!

Di samping itu pedoman hidup sehat senantiasa kita pegang teguh, yakni dengan perbaikan gaya hidup, makan yang cukup dan seimbang, menghentikan kebiasaan merusak seperti merokok dan minum alkohol, dan berolahraga ringan secara teratur. Dengan demikian mudah-mudahan khasiat yogurt benar-benar terasa dan kita akan merasakan manfaat yang terkandung dan tubuh menjadi sehat selalu.